Sabtu, 05 Februari 2011

sinopsis

SINOPSIS

Faizal selalu bertanya tentang hidup, apakah cinta itu? Dua puluh lima tahun ia dalam pencarian cinta sampai ia dipertemukan dengan Humairo, gadis yang mempunyai mata paling merona yang pernah dikenalnya.
Ketika semua orang mencangkul di sawah, ia hanya jalan kaki ratusan meter ke madrasah setiap hari dan ketika semua orang memanen hasil kerjanya apa yang Faizal panen? Madrasah tidak bisa memberikan apa-apa.
Dulu, Faizal menikah demi lembaga, demi anak-anak yang sering tidak ada gurunya. Tapi ketika ia tahu bahwa dirinya hanya dijadikan mesin pencetak uang belaka, mampukah Faizal memperhatahankan cintanya? Kecewa!
Faizal masih tersenyum, ia mampu mempersembahkan cinta terakhirnya buat Humairo, ia bahagia bisa menggapai cita-citanya walau harus mengakhiri semua ini.
Humairo menangis sejadi-jadinya. Ia tak mau kehilangan Faizal, ia tak mau menjalani hidup ini sendiri dengan predikat janda dan kandungan yang sudah menua. Matanya sembab, merah, tak ada lagi rona indah yang seperti dulu. Matamu tak perawan lagi, selamat menikmati!










BIODATA PENULIS
Rahadi Ramelan dilahirkan di Sumenep pada 5 Juni 1982 dan hanya bisa menamatkan sekolahnya pada tingkat SMA. Tapi ia mampu mengukir prestasi dalam perjalanan hidupnya, menjadi Tauladan dan bintang kelas, pemenang lomba menulis cerita tetang anak yang diadakan Plan Indonesia Surabaya 2004 dan Manca Jakarta 2005. Sekarang ia tinggal di Jl. Pegaraman IV Gersik Putih Gapura Sumenep 69472. Hp. 087850289090

Tidak ada komentar:

Posting Komentar